Did You Know [?]

0
Bukan cuma kita doang nih yang mengkerut kalau lagi kedinginan. Besi ternyata juga loh! Makanya, menara Eiffel bakal terlihat lebih tinggi 15 cm pada saat musim panas, dibandingkan saat musim dingin.

Pantas saja aborsi ditentang oleh semua agama. Soalnya hampir semua agama percaya, setiap bayi yang ada dalam kandungan itu sudah memiliki jiwanya masing masing. Cuma, waktunya saja nih yang berbeda beda. kalau agama katolik percaya, jiwa seorang bayi sudah terbentuk pada saat bersamaan dengan bertemunya sperma dengan sel telur. Sementara agama islam mengatakan jiwa akan terbentuk pada hari ke-40, dan aliran Judaism percaya jiwa terbentuk dihari ke-8. Kapanpun terbentuknya, aborsi memang sama sekali engga oke. SETUJU?

Semenjak perama kali sisterm tata surya kita terbentuk, yaitu sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu, matahari telah bertambah panas 25 sampai 30 persen.
Subhanallah, tahun 2010 aja udah panasnya kayak neraka pecah apa lagi tahun 2120?


Internet memang engga ada matinya deh! Apa saja bisa kita temukan disitu. But, you know what, hampir 80 persen dari smeua berita yang bisa kita temukan diinternet ternyata berasal dari media cetak, alias koran atau buku. Termasuk ini.



RE-POST! sumber : kaWanku Magz NO.69 - 2010


0

Awaaas, kalo nelen permen karet!

0
Menelan permen karet berbahaya. Seperti dikutip dari Kidshealth, Minggu (3/1/2010), jika permen karet yang tertelan besar atau sering tertelan permen karet yang kecil-kecil bisa menimbulkan bahaya seperti dapat menghambat saluran pencernaan.

Anak-anak kecil biasanya belum mengerti bahwa permen karet berbeda dengan permen yang biasa dikonsumsinya, karena permen ini hanya untuk dikunyah bukan ditelan seperti permen lainnya. Sebaiknya anak di bawah usia 5 tahun tidak diberikan permen karet, karena di usia tersebut anak belum bisa memahami bahwa permen karet tidak boleh ditelan.

Permen karet biasanya terbuat dari pemanis, perasa dan bahan sintetis (gum resin). Tubuh manusia dapat menyerap pemanis seperti gula dan bisa menambah kalori jika permen karet tersebut mengandung gula yang tinggi. Tapi pencernaan manusia tidak bisa mencerna gum resin. Biasanya dengan bantuan gerakan peristaltik dari usus (usus mendorong bahan tersebut), maka permen karet tersebut akan keluar saat orang BAB.

Salah satu bahaya terbesar jika permen karet yang dimakannya tertelan adalah anak berisiko tersedak. Ini biasanya terjadi pada anak yang belum memiliki mekanisme mengunyah dan menelan yang baik. Karena jika anak tersedak dan menutup saluran pernapasannya, hal ini bisa membuat anak susah bernapas dan berakibat fatal seperti kematian.

Rata-rata anak yang lebih tua atau orang dewasa tidak terlalu memiliki risiko yang berbahaya jika tertelan permen karet. Tapi tidak ada salahnya jika orangtua memberikan pengertian terlebih dahulu sebelum memberikan permen karet pada anaknya.


Maaf gan! nge Repos!
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3054547

2010

0
Happy New Year 2010 ! Selamat Tahun Baru 2010 !
Ga rela ninggalin kenangan-kenangan di 2009 yang cepet banget dilewatin. Tapi jujur, 2009 tahun paling berkesan buat Lullu. Sahabat, keluarga, guru, dan pacarpun ada di 2009.

Tapi, akhir 2009 adalah akhir tahun yang membuat Indonesia kehilangan salah satu Putra Bangsanya . KH.Abdurahman Wahid (Gus Dur) kembali kepada sang Khalik pada 30 Desember 2009, 18.45. Komplikasi dari berberapa penyakit adalah penyebab Gus Dur berpulang. Kesedihan yang mendalam sangat dirasakan oleh 4 Putri Gus Dur, dan Isrti tercinta .

Dipergantian tahun 2010 ini, lullu ngerayain New Year eve ditempat adik mamah (tante). BBQ party! Yap. Ayam bakar, bebek bakar, menu andalan keluarga lullu. Kenyang banget ngehabisin 2 dada ayam. Haha .
Next,
Lullu meluncur ke keramaian kota Cilacap jam 23.00 . Jalan S. Parman udah penuh banget sama motor yang punya knalpot bunyinya kenceng! Kuping lullu aja nyampe budeg seketika! :@
Parkir dideket mobil sodara. Ga nyampe lama nunggu, sambil nge-tweet dan Countdown detik-detik selesenya taun 2009. Oh iya! Dijalan menuju jalan S. Parman, lullu nemuin 2 kecelakaan dijalan. Uiih.. diangkut pake becak! kasian banget. :/

23.59.40
23.59.41
23.59.42
23.59.43
23.59.44
23.59.45
23.59.46
23.59.46
23.59.47
23.59.48
23.59.49
23.59.50
23.59.51
23.59.52
23.59.53
23.59.54
23.59.55
23.59.56
23.59.57
23.59.58
23.59.59
23.59.60
24.00.00
24.00.01

Tahun baru. Hidup Baru. Suasana baru. Pacar baru. haha.
Kalo kata ello "Buka Semangat Baru" . Kalo kata lullu "cari pacaaar baru" . wakakak.
Sekali lagi,

HAPPY NEW YEAR 2010

Kagum, perjuangan seorang ibu dan anaknya yang melawan kanker

0
ini merupakan kisah nyata. kehidupan seorang single parent yang berjuang menemani anaknya dalam melawan kanker ganas. satu pesan saya buat para kaskuser : JANGAN PERNAH MENYAKITI MAKHLUK BERNAMA IBU!

Cyndie, memeluk Derek pada tanggal 25 Juli 2005, setelah mengetahui Derek membutuhkan operasi untuk mengangkat tumor kanker di perutnya. Cyndie tampak emosional, “Bagaimana ia bisa mempertahankan pekerjaannya dan melakukan ini?” dia mulai bertanya-tanya.

Tak lama setelah ulang tahun Derek ke 11 dan Cyndie ke 40, Derek ditemani oleh saudaranya Mikha Moffe, 17, dan ibu Cyndie, Derek mendapatkan tato dalam persiapan untuk terapi radiasi pada 30 November 2005. Mikha sering menemani Derek dalam perawatan meskipun sibuk sekolah.

Menyadari bahwa Derek mungkin tidak akan pernah mempunyai kesempatan untuk mendapatkan SIM-nya, Cyndie membiarkan dia menyetir naik turun jalan di West Sacramento. Pada hari yang sama, 9 Februari 2006, Cyndie bertemu untuk pertama kalinya dengan pekerja dari rumah sakit yang kemudian selalu menjaga Derek dirumah, dan Cyndie menyadari tinggal sedikit waktu yang tersisa untuk Derek.

Derek menangis setelah berargumen dengan Cyndie di UC Davis Cancer Center on Feb 14, 2006. Dia dan Dr William Hall berpendapat bahwa Derek harus memiliki serangkaian perawatan radiasi untuk mengecilkan tumor menyebar ke seluruh tubuh dan meringankan rasa sakit. “Derek, kamu mungkin tidak akan bertahan jika kamu tidak melakukan ini,” Cyndie berkata pada anaknya. Derek berteriak: “Aku tidak peduli! Bawa aku pulang. Aku sudah selesai, Bu. Apakah Ibu mendengarkan saya? Aku sudah selesai.”

Cyndie menghibur sahabatnya, Kelly Whysong pada 24 April 2006, khawatir "waktu" Derek sudah dekat, Cyndie menulis surat kepada Derek tentang betapa beraninya dia selama perjuangan melawan kanker. Dia membacakan kepada putra bungsunya berulang kali, berharap ia masih dapat mengerti.

Derek memiliki energi terakhir setelah berhari-hari Cyndie menjaganya di samping tempat tidurnya. Dia membantu anaknya yang kesakitan berjalan pada 26 April. Sebuah kanker tumor diperut Derek membesar begitu cepat sehingga celananya tidak muat lagi. Tumor lain di otaknya mengganggu penglihatannya membuat sulitnya bernavigasi dirumah kontrakan mereka.

Derek menolak untuk minum obat karena ia takut merusak organnya lebih parah. Ia mengamuk pada ibunya pada 28 April, menyalahkan dia karena tidak membuatnya lebih sehat. “Kamu harus menenangkan diri dan bantu saya untuk membantu kamu,” kata Cyndie.

Derek mencium ibunya di Relay for Life Benefit, bersama saudara perempuannya yang berumur 6 tahun, Brianna. Cyndie merekrut banyak relawan untuk acara itu. Sebelum perlombaan, Cyndie berbicara kepada penonton betapa ia bangga dengan keberanian putranya selama melawan kanker.

Cyndie memegang Derek pada 8 Mei. Dia sedang dalam pengobatan yang menghambat kemampuan bicaranya dan selalu terbangun di malam hari. Cyndie menghabiskan hampir setiap saat hari di sisinya kecuali beberapa menit sementara perawat rumah sakit mengurusnya, “Aku sangat lelah tapi aku harus melakukan ini. Dia akan memanggil nama saya dan selalu mengharapkan saya untuk berada disebelahnya,” kata Cyndie.

Dalam upaya untuk mengajak Derek keluar, Cyndie mendorongnya melalui pintu depan melewati gambar-gambar dan kartu diberikan kepada anaknya oleh teman-teman sekelasnya di SD Pulau Bridgeway. “Sama seperti bayi yang baru lahir, ia perlu untuk keluar dan menghirup udara segar,” katanya. Itu adalah perjalanan terakhir di luar rumah.


Cyndie melawan tangis emosinya pada tanggal 10 Mei, saat dia bersiap menguras kateter Derek dengan larutan garam sebelum perawat Sue Kirkpatrick memberikan obat penenang yang akan memberikan Derek kematian yang damai. “Aku tahu dalam hatiku, aku sudah melakukan semua yang saya bisa,” kata Cyndie.


Cyndie menimang Derek dengan lagu, “Because We Believe,” yang di putar di CD. Ia bernyanyi berbisik bersamaan dengan Andrea Bocelli. “Sekali dalam setiap kehidupan, Ada saatnya, Kita berjalan keluar sendirian, Dan ke dalam cahaya …” Dari kiri, teman-teman keluarga Ashley Berger, Amy Whysong Morgan dan Kelly menenangkan Cyndie yang sedang berkata kepada Derek, “Tidak apa-apa, Sayang. Aku mencintaimu, anakku yang kecil. Aku mencintaimu, anakku yang pemberani. Aku cinta kamu. Aku mencintaimu.” Derek meninggal segera setelah di pelukan ibunya pada 10 Mei 2006.


Cyndie memimpin peti mati Derek untuk penguburan dengan bantuan dari putra-putranya Anthony Moffe [depan] Mikha Moffe [sebrangnya] dan Vincent Morris [yg tidak terlihat] dan juga beberapa teman. “Aku akan selamanya mengenangmu dalam hatiku dan mengingatkan orang lain untuk memberikan waktu mereka, energi dan dukungan kepada keluarga lain seperti kita,” kata Cyndie di pemakaman. Derek dimakamkan di Mount Vernon Memorial Park di Fair Oaks, California, pada 19 Mei 2006.

RIPOS lagii